Friday, November 23, 2012

PELAJAR PERSIS DULU, KINI, DAN YANG AKAN DATANG


Persis muncul dengan gerakan pembaharuannya, yang bergerak dalam bidang Dakwah dan Pendidikan. Kemudian untuk pertama kalinya Persis mendirikan lembaga pendidikan, sehingga munculah para pelajar-pelajar Persis yang mempunyai keinginan memperdalam dan mampu mendakwahkan, mengajarkan, dalam upaya membela ajaran Islam.
Kembali kepada sejarah, bagaimana pelajar Persis dulu dalam kacamata sejarah.
Sebagaimana kita ketahui, Persis, dahulu muncul dengan gerakannya yang keras dan benar-benar menampakkan taringnya dalam upaya pemberantasan Tahayul, Bid’ah, dan Khurafat. Dan hal itu menular kepada para pelajar atau para kader Persis pada saat itu. Mereka masuk ke lembaga pendidikan Persis, dengan bercita-citakan serta mempunyai keinginan untuk memperdalam ajaran agama dalam  upaya memurnikan kembali ajaran islam yang telah banyak terkontaminasi oleh hal-hal yang berbau syirik dan munkarat. Ini terbuktikan dengan kepiawaian para pelajar Persis terdahulu dalam hal berdebat, berorasi, membaca kitab, serta kemampuan menterjemahkan bahasa, khususnya bahasa Arab, sebagai penunjang dalam menyampaikan Dakwahnya kepada masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda dan pemahaman yang berbeda. Salah satu contohnya adalah KH. Abdul Latief Muchtar, beliau adalah salah satu pelajar Persis yang kini telah berhasil memberikan warna baru bagi Persis.
Dalam beberapa hal, pelajar Persis dulu dan sekarang tidak jauh berbeda. Bertahan dengan gerakan pembaharuannya namun tidak melunturkan esensi dari dakwah itu sendiri yang tetap ber-visikan memberantas Tahayul, bid’ah dan khurafat.  Namun, tidak bisa dipungkiri perubahan pasti akan terjadi. Pelajar persis masa kini mulai mengubah metode mereka dalam penyampaian dakwahnya. Dahulu  para kader persis dikenal dengan gerakan ‘shock therapy’ nya namun kini pelajar Persis tampak ‘low profile’ dan lebih sering menggunakan metode monolog atau ceramah dalam menyampaikan dakwahnya, berbeda dengan para pendahulunya yang lebih sering menggunakan metode debat atau berorasi. Karena  para pelajar Persis, kini mulai menyesuaikan diri sesuai dengan kebutuhan zaman dan kebutuhan umat pada masa kini yang lebih kritis dan realistis. Namun adapula yang disayangkan, kini orientasi para pelajar Persis mulai berbeda dengan para pelajar Persis dulu, yang memang mereka memasuki lembaga pendidikan Persis dengan keinginan kuat ingin mendalami ajaran islam , namun kini sepertinya hal itu mulai meluntur seiring mulai majunya zaman dan mulai banyaknya pengaruh barat yang masuk kedalam kehidupan para pelajar Persis. Terkadang, para pelajar persis masa kini, juga cenderung membanggakan masa lalunya, hanya membanggakan kesuksesan-kesuksesan yang telah dicapi oleh para pendahulunya.
Untuk selanjutnya, pelajar Persis yang akan datang, tentunya tercermin dari generasi pelajar Persis yang sekarang, akan meninggalkan jejak seperti apa untuk mereka para pejuang Persis di masa mendatang. Pelajar Persis yang akan datang tentunya masih dalam bentuk sebuah tanda Tanya yang besar, yang dalam tanda Tanya itu penuh dengan harapan-harapan para pemimpinnya terdahulu ataupun para pemimpin di masa sekarang, agar pelajar Persis yang akan datang mampu menjadi lebih baik dari para pendahulunya dan mampu meneruskan cita-cita luhur para pemimpinnya yang terdahulu dalam upaya memurnikan kembali ajaran-ajaran islam. Akankah semua itu terjadi ? hanya dengan niat baik, semangat, serta kesungguhan  para generasi Persis masa kini yang akan menjadi penentu bagaimana  Genarasi Persis yang selanjutnya, Wallahu’alam bi shawab.