Persis muncul dengan gerakan pembaharuannya, yang bergerak dalam
bidang Dakwah dan Pendidikan. Kemudian untuk pertama kalinya Persis mendirikan
lembaga pendidikan, sehingga munculah para pelajar-pelajar Persis yang
mempunyai keinginan memperdalam dan mampu mendakwahkan, mengajarkan, dalam
upaya membela ajaran Islam.
Kembali kepada sejarah, bagaimana
pelajar Persis dulu dalam kacamata sejarah.
Sebagaimana
kita ketahui, Persis, dahulu muncul dengan gerakannya yang keras dan
benar-benar menampakkan taringnya dalam upaya pemberantasan Tahayul, Bid’ah,
dan Khurafat. Dan hal itu menular kepada para pelajar atau para kader Persis
pada saat itu. Mereka masuk ke lembaga pendidikan Persis, dengan
bercita-citakan serta mempunyai keinginan untuk memperdalam ajaran agama dalam upaya memurnikan kembali ajaran islam yang
telah banyak terkontaminasi oleh hal-hal yang berbau syirik dan munkarat.
Ini terbuktikan dengan kepiawaian para pelajar Persis terdahulu dalam hal
berdebat, berorasi, membaca kitab, serta kemampuan menterjemahkan bahasa,
khususnya bahasa Arab, sebagai penunjang dalam menyampaikan Dakwahnya kepada
masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda dan pemahaman yang berbeda.
Salah satu contohnya adalah KH. Abdul Latief Muchtar, beliau adalah salah satu
pelajar Persis yang kini telah berhasil memberikan warna baru bagi Persis.
Dalam
beberapa hal, pelajar Persis dulu dan sekarang tidak jauh berbeda. Bertahan
dengan gerakan pembaharuannya namun tidak melunturkan esensi dari dakwah itu
sendiri yang tetap ber-visikan memberantas Tahayul, bid’ah dan khurafat. Namun, tidak bisa dipungkiri perubahan pasti
akan terjadi. Pelajar persis masa kini mulai mengubah metode mereka dalam
penyampaian dakwahnya. Dahulu para kader
persis dikenal dengan gerakan ‘shock therapy’ nya namun kini pelajar
Persis tampak ‘low profile’ dan lebih sering menggunakan metode monolog
atau ceramah dalam menyampaikan dakwahnya, berbeda dengan para pendahulunya
yang lebih sering menggunakan metode debat atau berorasi. Karena para pelajar Persis, kini mulai menyesuaikan
diri sesuai dengan kebutuhan zaman dan kebutuhan umat pada masa kini yang lebih
kritis dan realistis. Namun adapula yang disayangkan, kini orientasi para
pelajar Persis mulai berbeda dengan para pelajar Persis dulu, yang memang
mereka memasuki lembaga pendidikan Persis dengan keinginan kuat ingin mendalami
ajaran islam , namun kini sepertinya hal itu mulai meluntur seiring mulai majunya
zaman dan mulai banyaknya pengaruh barat yang masuk kedalam kehidupan para
pelajar Persis. Terkadang, para pelajar persis masa kini, juga cenderung
membanggakan masa lalunya, hanya membanggakan kesuksesan-kesuksesan yang telah
dicapi oleh para pendahulunya.
Untuk selanjutnya, pelajar Persis yang akan datang, tentunya
tercermin dari generasi pelajar Persis yang sekarang, akan meninggalkan jejak
seperti apa untuk mereka para pejuang Persis di masa mendatang. Pelajar Persis
yang akan datang tentunya masih dalam bentuk sebuah tanda Tanya yang besar,
yang dalam tanda Tanya itu penuh dengan harapan-harapan para pemimpinnya
terdahulu ataupun para pemimpin di masa sekarang, agar pelajar Persis yang akan
datang mampu menjadi lebih baik dari para pendahulunya dan mampu meneruskan
cita-cita luhur para pemimpinnya yang terdahulu dalam upaya memurnikan kembali
ajaran-ajaran islam. Akankah semua itu terjadi ? hanya dengan niat baik, semangat,
serta kesungguhan para generasi Persis
masa kini yang akan menjadi penentu bagaimana Genarasi Persis yang selanjutnya,
Wallahu’alam bi shawab.