My design ngawur -_-, still messy.
..dan kami turunkan bersama Mereka Kitab dan Neraca (Keadilan) agar manusia dapat berlaku Adil. -57:25-
Tuesday, December 24, 2013
Friday, December 13, 2013
Indah namun Berkonsekuensi; "Ukhuwah"
Definisi Ukhuwah
Dalil bahwa ukhuwah merupakan karunia Allaah adalah Firman-nya :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Secara pengertian yang telah dipahami di kalangan masyarakat, Ukhuwah Islamiyah berarti Persaudaraan Islam. Adapun secara sederhana, ukhuwah Islamiyyah adalah perpanjangan dari sebuah ikatan yang terangun dari kekuatan keimanan dan spiritual yang kemudian menumbuhkan perasaan kasih sayang dengan sesamanya, dan ini merupakan karunia Allah kepada hambaNya.
Dalil bahwa ukhuwah merupakan karunia Allaah adalah Firman-nya :
واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا
وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ
بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allaah dan
janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas
kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan
antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara.” (QS. Ali Imran [3]: 103).
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ
لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ
قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمً
“Dan
(Dia-lah) yang mempersatukan hati orang-orang yang beriman. Walaupun
kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu
tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allaah telah
mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.” (QS. Al Anfal [8]: 63).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Akhir-akhir ini saya sering dibingungkan dengan kata ukhuwah, memang telah dipahami bersama bahwa ukhuwah adalah sebagaimana di ungkap di atas. Namun yang menjadi permasalahannya, terkadang konsep itu bertentangan dengan relitas. Terkadang orang hanya memandang bahwasannya uhkhuwah ialah, Tertawa bersama, Makan bersama bercanda bersama dan sebagainya . Padahal esensi dari ukhuwah itu bukan hanya tertawa bersama dsb namun mampu merasakan apa yang saudaranya rasakan, sebagaimana dalam hadits disebutkan "tidak disebut orang beriman salah satu diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai saudaranya sendiri." secara sedarhana hadits tersebut dapat dianalogikan seperti , jika kita merasa sakit jika di cubit, maka janganlah kita mencubit saudara kita, karena kita sudah tau kalo dicubit itu sakit, bukan malah sebaliknya sudah tau dicubit itu sakit tapi malah menyengaja mencubit.
Disamping itu dalam berukhuwah harus memperhatikan adab. Sedihnya, hal ini sering dilupakan. sebab, jika adab tertunaikan, setidaknya keadilan dalam berukhuwah dapat terwujud meski tak mungkin ideal. Namun setidaknya, tanggung jawab akan terbangun, saling menghormati atas hak saudara kita, sehingga tidak mendzolimi, sebab dalam berukhuwah pun saya rasa perlu memperhatikan nilai-nilai keadilan, meski keadilan adalah suatu nilai yang terkadang sulit di capai secara ideal, namun tak ada salahnya mengupayakan keadilan. Bukankah dalam keadilan akan ada ketentraman?
Jadi Intinya adanya sebuah ukhuwah ialah bukan untuk saling memberatkan ataupun membebani namun untuk saling meringankan beban saudara kita, atau jikalau kita tidak mampu meringankan beban saudara kita, cukuplah kita jangan menambah lagi beban kepadanya.
Dan dua ucapan yang sering terlupakan ialah Terimakasih dan Maaf, jangan sampai dua ucapan itu terlupakan manakala kita dibantu ataupun manakala kita telah berbuat kesalahan pada seudara kita. Wallahu a'lam bi shawab.
A'udzu bikalimaatiLlahi at-Taammaati min syarii maa kholaq.
#Tulisan ini tidak bermaksud apapun, ini merupakan teguran terkhusus bagi si yg menulis, juga dengan harapan dapat bermanfaat bagi yang lainnya.
Wednesday, December 04, 2013
Allah itu Maha Adil, Kawan.
Sebelum menulis post ini, saya jadi teringat akan perkataan ustadz sewaktu masih Mu'allimin,kurang lebih seperti ini; "Allah tidak pernah menciptakan produk gagal dan manusia yang sia-sia" dari perkataan itu maka dapat diambil kesimpulan bahwa semua manusia yang diciptakan oleh Allah pasti di anugerahi berupa kelebihan serta keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Usykuru..
Terkadang kita beranggapan bahwa seseorang yang memiliki kelebihan ialah orang yang pandai secara akademik, yang mendapat peringkat pertama atau bahkan yang berhasil mendapat IP Cumlaude, memang itu benar adanya TAPI bukan berarti yang tidak seperti itu payah, karena bisa jadi memang kelebihan dia bukanlah dalam bidang akademik, bisa jadi dalam seni atapun sebagainya , mungkin kecenderungannya bukanlah pada otak kiri melainkan pada otak kanan, begitupun sebaliknya. Maka rasanya tidak patut manakala kita hanya meelihat seseorang hanya dari satu sisi saja atau hanya dengan menggunakan kacamata kuda. Maka sungguh luar biasa manakala seorang Guru mampu memahami kelebihan muridnya dan tetap mampu memberikan yang terbaik untuk muridnya tanpa terfokus pada kekurangannya..
Allah berfirman dalam Q.S Az-zukhruf : 32; "..dan Kami telah meniggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain..". Ayat tersebut jika dipahami secara sederhana menunjukan bahwasannya Allah itu memberikan kelebihan yang berbeda kepada setiap hambaNya, untuk apa? untuk saling membantu dan saling melengkapi sehingga menjadikan simpul yang bernama Ukhuwah.
Oleh karena itu rasanya tidak patut manakala kita mengeluh dan tidak bersyukur dengan apa yang Allah anugerahkan kepada kita, karena bentuk dari rasa syukur itu bukan hanya sekedar berucap Alhamdulillah melainkan dengan memaksimalkan yang kita miliki dengan jalan yang benar itu pun merupakan bentuk syukur kita kepada Allah.
Mari kita bersama berusaha memaksimalkan apa yang Allah karuniakan namun jangan sampai menjadikan kita riya manakala kita mampu memaksimalkan kelebihan yang kita punya. Wallahu a'lam.
NB: Tulisan ini dibuat sembari mengingatkan diriku sendiri, Bismillah selamat berproses, がんばって ください ^^
Friday, November 23, 2012
PELAJAR PERSIS DULU, KINI, DAN YANG AKAN DATANG
Persis muncul dengan gerakan pembaharuannya, yang bergerak dalam
bidang Dakwah dan Pendidikan. Kemudian untuk pertama kalinya Persis mendirikan
lembaga pendidikan, sehingga munculah para pelajar-pelajar Persis yang
mempunyai keinginan memperdalam dan mampu mendakwahkan, mengajarkan, dalam
upaya membela ajaran Islam.
Kembali kepada sejarah, bagaimana
pelajar Persis dulu dalam kacamata sejarah.
Sebagaimana
kita ketahui, Persis, dahulu muncul dengan gerakannya yang keras dan
benar-benar menampakkan taringnya dalam upaya pemberantasan Tahayul, Bid’ah,
dan Khurafat. Dan hal itu menular kepada para pelajar atau para kader Persis
pada saat itu. Mereka masuk ke lembaga pendidikan Persis, dengan
bercita-citakan serta mempunyai keinginan untuk memperdalam ajaran agama dalam upaya memurnikan kembali ajaran islam yang
telah banyak terkontaminasi oleh hal-hal yang berbau syirik dan munkarat.
Ini terbuktikan dengan kepiawaian para pelajar Persis terdahulu dalam hal
berdebat, berorasi, membaca kitab, serta kemampuan menterjemahkan bahasa,
khususnya bahasa Arab, sebagai penunjang dalam menyampaikan Dakwahnya kepada
masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda dan pemahaman yang berbeda.
Salah satu contohnya adalah KH. Abdul Latief Muchtar, beliau adalah salah satu
pelajar Persis yang kini telah berhasil memberikan warna baru bagi Persis.
Dalam
beberapa hal, pelajar Persis dulu dan sekarang tidak jauh berbeda. Bertahan
dengan gerakan pembaharuannya namun tidak melunturkan esensi dari dakwah itu
sendiri yang tetap ber-visikan memberantas Tahayul, bid’ah dan khurafat. Namun, tidak bisa dipungkiri perubahan pasti
akan terjadi. Pelajar persis masa kini mulai mengubah metode mereka dalam
penyampaian dakwahnya. Dahulu para kader
persis dikenal dengan gerakan ‘shock therapy’ nya namun kini pelajar
Persis tampak ‘low profile’ dan lebih sering menggunakan metode monolog
atau ceramah dalam menyampaikan dakwahnya, berbeda dengan para pendahulunya
yang lebih sering menggunakan metode debat atau berorasi. Karena para pelajar Persis, kini mulai menyesuaikan
diri sesuai dengan kebutuhan zaman dan kebutuhan umat pada masa kini yang lebih
kritis dan realistis. Namun adapula yang disayangkan, kini orientasi para
pelajar Persis mulai berbeda dengan para pelajar Persis dulu, yang memang
mereka memasuki lembaga pendidikan Persis dengan keinginan kuat ingin mendalami
ajaran islam , namun kini sepertinya hal itu mulai meluntur seiring mulai majunya
zaman dan mulai banyaknya pengaruh barat yang masuk kedalam kehidupan para
pelajar Persis. Terkadang, para pelajar persis masa kini, juga cenderung
membanggakan masa lalunya, hanya membanggakan kesuksesan-kesuksesan yang telah
dicapi oleh para pendahulunya.
Untuk selanjutnya, pelajar Persis yang akan datang, tentunya
tercermin dari generasi pelajar Persis yang sekarang, akan meninggalkan jejak
seperti apa untuk mereka para pejuang Persis di masa mendatang. Pelajar Persis
yang akan datang tentunya masih dalam bentuk sebuah tanda Tanya yang besar,
yang dalam tanda Tanya itu penuh dengan harapan-harapan para pemimpinnya
terdahulu ataupun para pemimpin di masa sekarang, agar pelajar Persis yang akan
datang mampu menjadi lebih baik dari para pendahulunya dan mampu meneruskan
cita-cita luhur para pemimpinnya yang terdahulu dalam upaya memurnikan kembali
ajaran-ajaran islam. Akankah semua itu terjadi ? hanya dengan niat baik, semangat,
serta kesungguhan para generasi Persis
masa kini yang akan menjadi penentu bagaimana Genarasi Persis yang selanjutnya,
Wallahu’alam bi shawab.
Subscribe to:
Posts (Atom)


